sang kuasa atau…?
sore ini jakarta nampaknya agak kurang bersahabat, dengan debit hujan yang lumayan deras, saya hanya diam didalam satu ruangan kamar mungil yang entah seberapa luas dan lebar ukurannya. dengan mata sembab yang sejak semalam tadi menunjukkan eksistensinya saya merasa tidak mampu membedakan apa yang tuhan mau atau ini semua hanya perencanaan masa depan diluar kuasanya. ada kalanya suatu keputusan itu menuntut seseorang untuk lebih mengerti apa itu keegoisan atau kah hanya sekedar jalan keluar untuk mendapat hasil yang mufakat. keegoisan yang tumbuh mendarah daging mengalir seiring aliran pembuluh darah, yang menciptakan hidup dari helaan nafas yang tak mati. ada luka batin yang tersirat, saya merasa apapun itu hanyalah sebuah elegi kelam masa lalu yang seharusnya terobati dengan layaknya.
namun luka itu bukan saya yang punya, bukan diri ini sebagai tuan rumahnya, bukan hati ini yang berlakon layaknya kubah pelindungnya. perbincangan ini dimulai setelah saya merasa ada sebuah traktor raksasa yang menyusup masuk melalui kerongkongan berlanjut dengan tohokan dahsyat di ulu hati yang memaksa semua isi perut bergejolak meronta-ronta menuntut dideklarasikannya kebebasan.
kebebasan yang tidak saya punya.
saya merasa pada akhirnya nanti saya akan berada di satu persimpangan padat merayap yang memperebutkan solusi dengan saling dorong, saling cela, saling merasa harus membunuh sesama, atau bahkan saling merelakan. merelakan yang mana yang harus diprioritaskan atau saling merelakan untuk merasa mengalah pada keputusan si empunya semesta. tapi apa itu sebuah keikhlasan atau hanya perbuatan sang pahlawan kesiangan? saya tersadar, segala suatu kebutuhan yang saya suguhkan adalah sebuah penderitaan telak, yang seharusnya bukan saya yang menentukan. entah waktu atau saya yang dibutuhkan untuk mengisi ruang itu, ruang yang didalamnya berisi taman kecil dengan sebuah bangku yang di buat dari kayu jati kokoh yang tak lagi tumbuh dengan asrinya. ruang yang selalu saya jadikan perhentian masa depan.
masa depan yang masih tergantung manis di bilik lemari coklat berbau khas pewangi anti ngengat.
saya dan masa depan, atau saya dan sang kuasa? apapun itu.
The Soemotanojo.